Tuesday, December 23, 2008

This Year's Life

Ada satu hal yang gw pelajari selama satu tahun ini menimba ilmu di kota asing: ngekos itu asik. Mungkin akan terasa agak berat waktu awal-awal masuk ke dalam lingkungan baru. Kenalan, basa-basi dan segala macemnya itu lah. But it's fun, once you get the hang of it. Selain selama 24/7 bisa bebas dari peraturan, dan memiliki kemapanan finansial yang relatif lebih tinggi daripada anak rumahan, menarik menurut gw, ketika 24 orang pria masuk dan tinggal dalam satu atap, dengan kepribadian yang berbeda-beda.

Ada grup mas-mas yang udah kerja dan nikah, dengan topik obrolan sehari-hari yang entah apa. Gw bahkan jarang ngobrol lama (atau sebenernya menghindari mengobrol lama). Mungkin karena faktor "U", selera terhadap hal tertentu atau cara pandang terhadap suatu masalah juga berbeda. Well, pada intinya: ngga nyambung.

Ada grup autis. Jahat sih kalo disebut begitu. Lah tapi gimana lagi. Orang-orang dari grup ini sebenernya hampir seumuran sama gw. Tapi ya entah kenapa mereka ngga cocok dengan lingkungan di kos ini. Orang2 dari grup ini begitu misterius. Kapan mereka pergi dan pulang, tidak ada yang tahu. Bahkan, salah satu dari mereka, di suatu pagi yang cerah menghilang entah kemana. Dengan kamar yang sudah bener-bener kosong.

Grup yang satu lagi ini gw anggap sebagai grup yang paling umum di kosan manapun *meskipun belom pernah kos di tempat lain*. Ini adalah grup yang suka seenaknya masuk ke kamar orang lain, berlama-lama disitu, susah diusir, dan malah ngajak ngobrol sampe pagi. Tapi sayangnya lo stuck bersama mereka di satu atap, dan ngga bisa kabur kemana-mana. Meskipun begitu ya gw sih berterima kasih karena kalo ngga ada mereka mungkin gw ngga tau tempat-tempat makan yang enak ato murah. Hahahaa..

Hal lain yang baru benar-benar gw sadari (and just sinking in) belakangan ini adalah: hidup itu penuh drama. Kalo kadang-kadang lo ngerasa hidup lo susah ato setiap jalan yang lo pilih salah dan berujung pada lagi masalah lain dan mungkin lo akan merasa oh-ya-ampun-hidup-gue-kok-begini-amat, coba pikir lagi.

Beberapa temen di kosan seringkali tiba-tiba masuk kamar dengan muka serius, dan kalo udah begitu biasanya yang terjadi adalah update-update seputar drama kehidupannya (baca:curhat). And yes, contrary to popular belief, men do share what they feel to others. Cuma mungkin skalanya lebih kecil.

Dan drama ini, sodara-sodara, jauh lebih dramatis daripada kehidupan gw yang setelah diperbandingkan ternyata bisa dibilang datar-datar aja. Kadang ditengah-tengah obrolan yang penuh emosi (baca: makian), gw ngerasa eksistensi gw cuma sebutir debu kosmik yang numpang lewat.

Dan entah mengapa di setiap update gw selalu ngga bisa menahan diri untuk ngga teriak "buseeettt", "ah gila looo", ato "@#!$%". Minimal melotot lah. Dengan begitu lebar. Gw kaget betapa beberapa orang mempunyai kehidupan yang gw rasa punya nilai jual kalo dijadiin skrip sinetron. Ratingnya pasti tinggi, tanpa harus dipanjang-panjangin ceritanya. Paling ngga mungkin dia bisa kaya setelah menderita sebegitu rupa.

Cheers yuk kawan~
untuk kehidupan remaja yang penuh dinamika
dan betapa hebatnya kita yang belum pernah mencoba terjun dari monas

4 comments:

Anonymous said...

hallo~ *kedip kedip nakal* hahahaha

ya..hidup memang keras. gw juga kadang sgt terkejut dgr update tmn2 gw yg wooow! hahahaha.

pgn ih ngekos, di bandung lagi. mauuuu...

vian said...

ayo cepet pindah kuliah!
s2 disini yong!

asik sekali~

Anonymous said...

saya pikir-pikir dulu :p

Desy N said...

tipe yang suka sembarangan masuk kamar kosan orang dan berlama2 disitu bukan cuma anak kos.
bahkan, gue yang gak ngekos ajah sering banget bertamu ke kamar kosan temen gue yang tinggal ngesot dari fh.
harusnya tuh kamar dibayar bertiga: yang-bener2-ngekos, gue, lulu.