kamu bangun terlambat
padahal kuliah mulai sepuluh menit yang lalu.
kamu sudah kehabisan absen.
jadi kamu rusuh sendiri:
ganti baju seadanya, menyambar tas, kunci, dan kacamata,
masih setengah berkunang-kunang.
lalu kamu naiki motor kotormu:
"ngga ada waktu nyuci ah", jawabmu
waktu ditanya sama teman kenapa motormu seperti baru ikut rally.
kamu hajar tanjakan di ujung gang. dan melaju cepat ke arah kampus.
ck. tapi sayang
hari ini memang bukan hari yang bagus buatmu.
waktu kamu salip sedan biru itu, kamu ngga lihat
ada truk kuning dari arah yang berlawanan.
hmm.
jadi sekarang coba bayangkan
kamu terkapar di bawah sana. ditutupi daun pisang dan koran bekas
dan banyak orang berkerumun disekitarmu.
kamu belum sadar apa yang barusan terjadi
tapi cahaya diujung lorong memaksamu pergi.
bayangkan kamu dulunya orang baik.
meski tidak semua orang bisa kamu buat bahagia, kamu orang yang baik.
jadi pria dengan jubah putih itu mengijinkan kamu pergi, masuk ke pintu besar berukir
dengan cahaya terang dibaliknya.
begitu hangat.
begitu mengundang.
di dalamnya hanya ruangan persegi kecil
dengan meja stainless setinggi pinggang
dan dua kursi berhadapan.
dan sebuah sosok yang duduk di salah satunya.
bayanganmu tuhan tidak seperti Dia.
bayanganmu surga tidak seperti ini.
yah. tapi bahkan kamu tidak pernah membayangkan mati seperti itu.
jadi rasanya tidak ada yang aneh lagi buatmu:
kejutanNya memang selalu berhasil.
No comments:
Post a Comment