baru malam ini saya pulang dari makan-makan ulang tahunnya teman saya. pacarnya teman saya lebih tepatnya. kami makan-makan berenam; saya dan lima orang lainnya.
ada yang menarik dari hubungan kami semua,
kalau anda punya cukup waktu untuk dibuang-buang anda mungkin akan tertarik untuk membaca tulisan dibawah.
jadi begini:
- di kampus, saya satu studio dengan teman saya, si A, teman nomor 1, dan teman nomor 2
- lalu saya mengenal nomor 3 di salah satu pameran
- kebetulan nomor 3 adalah anak seorang dosen yang mengajar saya di kampus
- si nomor 3 yang sedang berulang tahun kemarin, adalah pacarnya nomor 2
- saya mengenal nomor 4 di pameran yang sama dengan saya mengenal si nomor 3
- nomor 4 adalah pacarnya si nomor 1
- nomor 5, nomor 4, dan si A bertetangga dan sudah saling mengenal sejak mereka kecil
- nomor 5 dan nomor 3 sekolah di sma yang sama
- sedangkan si saya, adalah pendatang dari sebuah kota pinggiran jakarta, 200 kilometer jauhnya dari kota bandung
dan tadi malam, ketika saya sedang duduk makan bersama mereka berlima, berbagai macam kebetulan yang mejik itu mulai berputar di kepala saya.
dan mau ngga mau saya jadi merasa sedikit agak aneh.
ibarat penguin diantara unta deh.
duduk di sebuah resto di dago atas, dengan pemandangan kota bandung raya di malam hari, udara dinginnya yang menggigit, dan lima orang yang dua tahun lalu saya tidak kenal sama sekali.
feels like i don't belong here, but in fact, I DO
dan kalau berpikir bahwa dengan dua tahun saja bisa begitu banyak perubahan yang bisa terjadi, saya merasa agak sedikit lega
karena selepas sma dulu, saya pikir saya bakal jadi tipe mahasiswa yang anti sosial
menjauhi orang lain
hanya bergaul dengan masa lalu
memandang hidup se-negatif yang saya mampu
dan menolak untuk bisa "merasa"
tapi nyatanya?
hahahaa...
saya jadi lebih melankolis daripada yang pernah saya bisa harapkan.
lalu si saya pun jadi sadar. bahwa hidup tidak pernah menunggu.
waktu, terutama. TIDAK BISA menunggu.
jika menolak untuk berubah,
hidupmu akan menemukan jalannya sendiri untuk mengubah kamu.
dalam kasus saya, melalui orang lain. orang yang awalnya benar-benar asing bagi saya.
dan dengan perlahan-lahan tapi pasti, tanpa pernah kamu sadari.
sampai nantinya kamu berada di titik balik.
sampai suatu saat kamu tertegun diantara ledakan tawa.
sampai kamu terdiam diantara ramainya obrolan.
sampai kamu merasa
kamu seperti seekor penguin diantara kawanan unta.