Showing posts with label hidup. Show all posts
Showing posts with label hidup. Show all posts

Tuesday, October 26, 2010

hari yang dijanjikan

akan tiba suatu hari dalam hidupmu nanti,

dimana akhirnya kamu menghentikan semuanya:

semua jeritan frustrasi yang tertahan,

semua monolog di malam hari,

semua tuduhan terhadap tuhan,

terhadap teman, keluarga, dan segala situasi yang tidak pernah memihak padamu,

semua rasa benci terhadap dirimu sendiri,

rasa iri terhadap yang lain,

rasa tidak berdaya terhadap takdir,

dan semua harapan untuk esok yang lebih baik saat kantuk menguasaimu.


rasanya seperti tertidur di dalam mobil

lalu terbangun di tempat tujuan.

kamu tahu kamu berjalan, tapi kamu tidak bisa merasakannya.

sampai akhirnya matamu terbuka, dan kamu berada di tempat lain.


butuh waktu selama ini untuk sadar

butuh tamparan keras untuk bangun

tapi semuanya sebanding.


lihat saja.

akan tiba suatu hari dalam hidupmu nanti,

saat sesak di dada itu hilang.

dan gelisahnya sudah pergi.

tapi untuk saat ini, bertahanlah.

sedikit lagi.


Wednesday, October 14, 2009

tentang pilihan

saya sering berada di persimpangan jalan.
kalau konteksnya secara harfiah, biasanya saya tidak ragu untuk belok ke jalan manapun. karena toh saya ngga akan nyasar jauh. bisa tanya-tanya atau lihat peta nanti.
tapi kalau secara metafor, saya sering tersesat.
bukan sering. SELALU.

kalau ada dua pilihan apalagi lebih, saya cenderung berpikir keras luarbiasa.
mana yang baik bagi saya. mana yang tidak melukai orang lain. seberapa plusnya dibanding minus. bagaimana dampaknya ke depan. dan lain-lainnyalah. pusing.

lalu dari pengalaman, kegagalan, dan banyak sekali penyesalan, saya akhirnya belajar:
tidak ada yang namanya keputusan terbaik. jadi jalan manapun yang kamu ambil, akan berakhir di tempat yang sama. yang penting bukan hasil pilihannya, tapi keputusan untuk memilih.

dari awal rasa ragu muncul karena kedua jalan memiliki daya pikatnya masing-masing. keduanya terasa benar dan salah sekaligus. baik dan buruk pada saat yang bersamaan.
jadi yang manapun yang kamu ambil, duri di kedua jalan itu akan terasa sama sakitnya, langitnya akan terlihat sama biru, udara terasa sama sejuk, buahnya terasa sama asam, dan dengan serigala yang sama buasnya.

kurang lebih hanya liku jalannya saja yang berbeda.

dan kalau kamu pikir di jalan lain tidak ada serigalanya, tolong belajarlah: berjalan maju selalu lebih cepat daripada berbalik arah. selalu ingat ujung kedua jalan itu menuju tempat yang sama.
lagipula belum tentu serigalanya tidak mengikuti kamu. plus, ini artinya duri yang sama harus kamu injak sekali lagi (hore).

lalu kalau kamu terlalu takut untuk menghadapi serigala dan sedikit duri di kakimu, dan memutuskan untuk diam saja, cobalah mengerti: tempat tujuanmu tidak punya kaki. jangan pernah berharap dia yang akan datang padamu.
belum pernah ada perut yang kenyang tanpa melibatkan makanan yang ditelan.
belum pernah ada gedung yang berdiri tanpa melibatkan bata yang disusun.
dan tentu saja tidak akan pernah ada yang terjadi pada hidupmu kalau kamu diam saja.
aksi selalu menimbulkan reaksi.

dan misalnya kamu sudah tahu, sudah mengerti betul, atau sudah pernah mengalaminya, coba diam dan rasakan. karena kamu sendiri pasti tahu sekarang: tidak ada satupun yang perlu kamu keluhkan, karena harga yang pantas telah kamu bayar untuk mendapatkan apa yang kamu miliki sekarang.

tidak pernah kurang, dan tidak akan pernah lebih.

Sunday, August 2, 2009

karena ternyata kutub dan gurun bersebelahan

baru malam ini saya pulang dari makan-makan ulang tahunnya teman saya. pacarnya teman saya lebih tepatnya. kami makan-makan berenam; saya dan lima orang lainnya.

ada yang menarik dari hubungan kami semua,
kalau anda punya cukup waktu untuk dibuang-buang anda mungkin akan tertarik untuk membaca tulisan dibawah.
jadi begini:
- di kampus, saya satu studio dengan teman saya, si A, teman nomor 1, dan teman nomor 2
- lalu saya mengenal nomor 3 di salah satu pameran
- kebetulan nomor 3 adalah anak seorang dosen yang mengajar saya di kampus
- si nomor 3 yang sedang berulang tahun kemarin, adalah pacarnya nomor 2
- saya mengenal nomor 4 di pameran yang sama dengan saya mengenal si nomor 3
- nomor 4 adalah pacarnya si nomor 1
- nomor 5, nomor 4, dan si A bertetangga dan sudah saling mengenal sejak mereka kecil
- nomor 5 dan nomor 3 sekolah di sma yang sama
- sedangkan si saya, adalah pendatang dari sebuah kota pinggiran jakarta, 200 kilometer jauhnya dari kota bandung

dan tadi malam, ketika saya sedang duduk makan bersama mereka berlima, berbagai macam kebetulan yang mejik itu mulai berputar di kepala saya.
dan mau ngga mau saya jadi merasa sedikit agak aneh.
ibarat penguin diantara unta deh.

duduk di sebuah resto di dago atas, dengan pemandangan kota bandung raya di malam hari, udara dinginnya yang menggigit, dan lima orang yang dua tahun lalu saya tidak kenal sama sekali.

feels like i don't belong here, but in fact, I DO

dan kalau berpikir bahwa dengan dua tahun saja bisa begitu banyak perubahan yang bisa terjadi, saya merasa agak sedikit lega
karena selepas sma dulu, saya pikir saya bakal jadi tipe mahasiswa yang anti sosial
menjauhi orang lain
hanya bergaul dengan masa lalu
memandang hidup se-negatif yang saya mampu
dan menolak untuk bisa "merasa"

tapi nyatanya?
hahahaa...
saya jadi lebih melankolis daripada yang pernah saya bisa harapkan.
lalu si saya pun jadi sadar. bahwa hidup tidak pernah menunggu.
waktu, terutama. TIDAK BISA menunggu.

jika menolak untuk berubah,
hidupmu akan menemukan jalannya sendiri untuk mengubah kamu.
dalam kasus saya, melalui orang lain. orang yang awalnya benar-benar asing bagi saya.

dan dengan perlahan-lahan tapi pasti, tanpa pernah kamu sadari.
sampai nantinya kamu berada di titik balik.
sampai suatu saat kamu tertegun diantara ledakan tawa.
sampai kamu terdiam diantara ramainya obrolan.
sampai kamu merasa
kamu seperti seekor penguin diantara kawanan unta.

Thursday, July 30, 2009

dua puluh tahun

yang baru saya sadari dari hidup adalah bahwa dia ngga bisa diprediksi.
sama sekali.
dari yang tadinya teman biasa, cuma karena ngobrol semalam suntuk tiba-tiba terasa begitu dekat.
tadinya kawan lama, dalam dua jam kami memutuskan lebih baik tidak bertemu dulu sampai waktu yang tidak ditentukan.
pacaran tiga tahun, selewat taun baru tiba-tiba putus.
ngomel-ngomel ga punya cewe, lima bulan kemudian kemana-mana berduaan.
miskin sampe makan aja susah, dalam waktu seminggu dapet sepuluh juta.

ngerti kan maksudnya?
bahkan ketika kita ngga berencana sama sekali pun, kadang hidup suka bereksperimen agak sedikit keterlaluan dengan kita, dan apa yang selama ini udah susah payah kita perjuangkan.
segitunya kita ga ada rencana loh.
kebayang keselnya kalo udah direncanain dengan rapih tiba-tiba bubar begitu saja karena hal yang ga disangka-sangka?
pengen ketawa jadinya:|

okelah.
sekarang saya mahasiswa tingkat tiga.
ip lumayan bagus.
alhamdulillah masih bisa makan enak tiap hari.
ada atap diatas kepala saya.
dan saya punya teman dan orang-orang terdekat yang menyayangi saya.

masalahnya terlalu banyak hal yang ngga pasti dalam hidup. saya bisa aja tiba-tiba dimaling.
ilang segala sesuatu di kosan dan miskin mendadak. bingung mau bilang apa sama orangtua dirumah.
bisa juga tiba-tiba orangtua saya yang pergi selamanya, dan saya harus putar otak untuk bisa makan, bayar kuliah dan biaya sekolah adik, sementara saya yakin pasti saya udah hampir gila saat itu.

tapi kok ya nanggung amat sih.
sekalian aja mikir besok bisa tiba-tiba kiamat. ya ngga?
tapi persis karena ketidakpastian itulah hidup jadi menyenangkan

kalau hari ini menyebalkan, besok ngga harus gitu juga kan?
kalau gapunya duit sekarang bisa aja besok dapet rejeki nomplok
berantem sekarang besok baikan
sedih sekarang besok senang

kalo gitu
kenapa ada orang yang sebegitu stressnya sampe dia bunuh diri?
kenapa kita sering melihat ke belakang dan berharap semuanya cuma mimpi?
kenapa manusia selalu membayangkan punya mesin waktu?
ingin kembali ke masa lalu, memperbaiki kesalahan
dan pergi ke masa depan, ingin tahu rahasia hidup yang seharusnya tetap menjadi kejutan.

dimana asiknya?